Sekolah Salor: Alternatif Pendidikan yang Mengutamakan Kebebasan Belajar (Kompas.com)


Sekolah Salor: Alternatif Pendidikan yang Mengutamakan Kebebasan Belajar

Pendidikan adalah salah satu aspek penting dalam kehidupan setiap individu. Namun, sistem pendidikan konvensional yang umumnya digunakan di banyak negara sering kali dianggap terlalu kaku dan kurang mampu melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar. Oleh karena itu, munculnya alternatif pendidikan seperti Sekolah Salor menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin mengutamakan kebebasan belajar.

Sekolah Salor adalah sebuah konsep pendidikan yang pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada tahun 2011 oleh pendiri dan pengelola sekolah, Bapak Eko Nugroho. Nama “Salor” sendiri diambil dari bahasa Jawa yang berarti “tumbuh”. Sekolah ini menerapkan pendekatan pendidikan yang berfokus pada pengembangan potensi individu dan kebebasan belajar.

Salah satu hal yang membedakan Sekolah Salor dengan pendidikan konvensional adalah kurikulum yang fleksibel. Di Sekolah Salor, siswa diberikan kebebasan untuk menentukan minat dan bakat mereka sendiri. Mereka diberikan kesempatan untuk mempelajari hal-hal yang mereka sukai dan mengeksplorasi kemampuan mereka secara lebih mendalam. Dalam proses ini, guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing, bukan sebagai pemberi tahu.

Selain itu, Sekolah Salor juga memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengatur jadwal belajar mereka sendiri. Mereka dapat menentukan kapan dan di mana mereka ingin belajar, sehingga dapat mengatur waktu dengan lebih efektif sesuai dengan gaya belajar masing-masing. Dalam lingkungan yang bebas, siswa dapat merasakan kebebasan yang sekaligus bertanggung jawab atas proses belajar mereka.

Pendekatan yang digunakan oleh Sekolah Salor juga melibatkan penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran. Siswa diberikan kesempatan untuk menggunakan perangkat elektronik seperti laptop atau tablet untuk mendapatkan informasi dan melakukan penelitian. Hal ini membantu siswa untuk lebih aktif dalam mencari pengetahuan dan mengeksplorasi berbagai sumber belajar yang tersedia.

Sekolah Salor telah memberikan dampak positif bagi banyak siswa yang telah mengikutinya. Mereka merasa lebih terlibat dalam proses belajar dan memiliki motivasi yang lebih tinggi untuk mencapai tujuan mereka. Selain itu, siswa juga dilatih untuk memiliki kemandirian, disiplin, dan kemampuan berpikir kritis yang sangat berharga dalam kehidupan sehari-hari.

Walaupun Sekolah Salor masih terbilang baru dan belum tersebar luas di Indonesia, konsep pendidikan yang diusungnya telah mendapatkan apresiasi positif dari berbagai pihak. Banyak orangtua dan pendidik yang tertarik dengan pendekatan ini dan melihat potensi besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan di negara ini.

Dalam era di mana kebebasan berpikir dan kreativitas semakin dihargai, Sekolah Salor menjadi alternatif pendidikan yang menawarkan kebebasan belajar bagi siswa. Dengan pendekatan yang fleksibel, siswa dapat mengeksplorasi minat dan bakat mereka sendiri, sambil tetap belajar secara efektif. Diharapkan, konsep pendidikan seperti ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif dalam dunia pendidikan di masa depan.

Referensi:
1. Nugroho, Eko. (2011). Sekolah Salor: Pendidikan yang Mengutamakan Kebebasan Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
2. “Sekolah Salor: Mengenal Konsep dan Kelebihannya.” Kompas.com. Diakses pada 15 September 2021.